Mengatur gereja tidak sama dengan mengatur keluarga, masyarakat bahkan perusahaan. Gereja merupakan kumpulan orang percaya, mengaturnya pun dibutuhkan orang-orang yang mengerti. Dan, itu tidak mudah! Khususnya dalam manajemen pelayanan, harus diatur dengan baik sehingga fungsi gereja dapat dijalankan dengan baik pula. Pertama, pelayanan gereja harus dijalankan oleh orang-orang yang memiliki otoritas. Mengapa otoritas penting? Otoritas menjadi penting sebab hanya dengan otoritas kuasa pelayanan terjadi. Dikatakan dalam 1 Petrus 1: 9 bahwa kita adalah “imamat yang rajani.” Hal ini menyangkut jabatan otoritas. Imam berarti orang yang dikhususkan untuk melayani, sedangkan raja berbicara tentang sebuah otoritas-kegunaan. Jadi, dibutuhkan orang-orang yang punya hati untuk melayani tetapi sekaligus menggunakan otoritas ilahi untuk menjalankan pelayanan gereja. Kedua, pelayanan gereja harus bermanfaat. Dikatakan bahwa kita adalah “umat kepunyaan Allah” (ay. 9). Kata ini berasal dari bahasa Yunani “peripoesis” yang artinya “umat yang mendatangkan keuntungan.” Artinya, pelayanan yang dijalankan gereja harus bermanfaat bagi banyak orang. Bukan hanya bermanfaat bagi mereka yang percaya melainkan bermanfaat bagi mereka yang tidak percaya. Pelayanan gereja harus menyentuh lapisan masyarakat terabaikan karena gereja dipanggil untuk fungsi kegunaan.
Anda dan saya dipanggil untuk menjadi berguna. Itu adalah seruan berharga yang Yesus harapkan terjadi mutlak dalam diri saya dan Anda. Ya, menjadi manfaat bagi sesama. Tunggu apalagi, penuhi itu sekarang juga dan jadilah manfaat! Selagi ada waktu dan kesempatan, jadilah bermanfaat bagi sesama!
Jumat, 09 Oktober 2009
KHOTBAH: MENJADI GEREJA YANG BERMANFAAT
Label:
gereja,
khotbah,
manfaat,
pertumbuhan,
pertumbuhan gereja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar